• in

    Service Motor Murah Oleh HMP – TM dan PT. Honda

    LPM Lentera, Banjarmasin – Sebanyak 34 kendaraan mengikuti Service Murah yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Teknik Mesin (HMP – TM) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al – Banjari (MAB) dengan PT. Honda. Kegiatan yang menyediakan layanan service ringan dan ganti oli dengan tarif Rp. 60.000,- untuk matic dan Rp. 75.000,- untuk motor sport ini berlangsung di halaman gedung E kampus Uniska Banjarmasin, pada Selasa siang, (27/11).

    Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa sehingga tarifnya pun disesuaiakan dengan kantong mahasiswa.

    Ketua pelaksana Service Murah Lukas P. Siagian mengungkapkan, sebelumnya kegiatan ini sudah pernah dilakukan secara gratis namun dikhususkan untuk dosen.

    “Kemaren sudah diadakan acara seperti ini yaitu service gratis, namun hanya untuk para dosen. Karena ini program kerjanya ringan, jadi kami adakan lagi namun berbayar,” Ungkapnya.

    Supervisor PT. Honda Rudy Firmanto mengatakan, selain mengadakan service dan ganti oli murah, pada kegiatan ini pihaknya juga menekankan tentang sistem after sales.

    “Disini kita tidak cuma service dan ganti oli dengan harga yang murah, dari kita sendiri juga menekankan after sales, jadi bukan sekedar jualan saja,” Ucap Rudy.

    Rudy juga mengharapkan kegiatan ini terus berlanjut dan mereka siap melaksanakan setiap bulannya dengan perizinan pihak kampus Uniska.

    Salah satu costumer M. Aminuddin mengatakan, merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ia berharap kerjasama ini dapat berkelanjutan dan HMP – TM bisa membuka bengkel sendiri.

    “Saya harap agar bisa terus berlanjut kerjasamanya, kalau bisa para Himpunan Teknik Mesin ini bisa membuka bengkel sendiri di kampus,” Ujarnya. (Lck/Tkr)

  • in

    Hanya Punya Satu LCD Tv, Kampus Uniska Anjir Kurang Diminati Mahasiswa

    Lentera Uniska, Banjarmasin – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al – Banjari (MAB), Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Hanafi Rahmani, akui ruang perkuliahan dibawah tanggung jawabnya masih minim fasilitas.
    Hanafi menyebutkan, hanya ada satu buah LCD tv dan tidak ada jaringan wifi sebagai penunjang mahasiswa. Hal ini diungkapkannya ketika ditemui Kamis (22/11).

    “Kita sekarang sistemnya tidak terlepas dari internet tapi yang saya temui itu jaringan internet yang tidak ada. Fasilitas lainnya seperti LCD ada satu,” Jelas Hanafi pada tim Lentera.

    Berbeda dengan kampus Uniska di Banjarmasin dan Banjarbaru yang sudah lebih baik dari segi fasilitas dan bangunan, di kampus Uniska Anjir Pasar hanya tersedia dua Program Studi, Ekonomi Syariah – Fakultas Studi Islam (FSI) dan Ilmu Hukum – Fakultas Hukum (FH) dengan jumlah seluruh mahasiswa hanya 13 orang.

    Pengawas Uniska Anjir Pasar Rahmawati juga menuturkan, kurangnya koleksi buku karena belum adanya perpustakaan yang dimiliki Uniska Anjir Pasar tersebut.

    “Perpustakaan belum ada, cuma ada koleksi buku dan itupun masih sedikit bukunya,” Ujarnya.

    Salah satu mahasiswa Ekonomi Syariah yang tidak mau di sebutkan namanya berharap, bangunan kampus Uniska di Anjir Pasar lebih baik, agar kedepannya calon mahasiswa di sekitar Anjir tidak perlu jauh mencari kampus.

    “Harapan kami kedepannya tambah banyak mahasiswanya, bangunannya bisa ditambah lagi dan dibuat bertingkat, jadi yang ada di sekitar kampus Anjir tidak perlu jauh mencari kampus,” Jelasnya. (Gbr/Jks).

  • in

    PPU FKM Uniska Tetapkan Syarif Hidayatullah – Amalia Rahmi menjadi Ketua BEM FKM Periode 2018/2019.

    Lentera Uniska, Banjarmasin – Panitia Pemilihan Umum (PPU) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Aryad Al-Banjari (MAB) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), tetapkan Syarif Hidayatullah berpasangan Amalia Rahmi menjadi Ketua BEM FKM Periode 2018/2019.

    Ketua PPU BEM FKM Uniska, Laili Agustina mengatakan, pasangan nomer urut tiga tersebut memperoleh suara terbanyak dengan 224 suara.

    Syarif Hidayatullah dan Amalia Rahmi berhasil memenangkan suara dari dua pasangan calon lainnya, yakni Billy Wilianto dan Khadijah dengan perolehan sebanyak 191 suara dan Jonathan Alfam Takapente dan Nur Indah Saputri dengan 55 suara.

    “Beda dari tahun sebelumnya, Pemilihan Ketua BEM FKM tahun ini harus memiliki pasangan,” kata Laili Agustina Kamis, (22/18) malam.

    Dia berharap, dengan dipilihnya Ketua BEM yang baru, dapat merealisasikan janji – janji saat debat kadidat yang sudah dilaksanakan PPU BEM FKM.

    Rekapitulasi suara, dilakukan pada sore hari di Lapangan Kampus Uniska Banjarmasin.

    Setelah ditetapkan menjadi Ketua BEM FKM Uniska periode 2018/2019, Syarif Hidayatullah berjanji akan mendorong sumber daya mahasiswa FKM sesuai dengan Visi dan Misi yang sudah dijanjikan.

    Ketua Umum BEM FKM periode 2017/2018, Ainun Hidayah Umroh berharap, Ketua Umum terpilih menjadi Pemimpin yang mampu mengoptimalkan pengkaderan dan menyiapkan kader – kader terbaik untuk BEM FKM Uniska.

    “BEM yang terpilih diharapkan bisa mengkaderkan adik – adiknya nanti. Kita harus menyiapkan kader – kader terbaik dari FKM Uniska,” Harapnya.

    Mahasiswa FKM Uniska semester 3, Aina Fahriandi berharap, mudah – mudahan kepengurusan yang akan datang lebih bersinergi lagi, bukan dalam kegiatan BEM saja tetapi ke mahasiswa FKM juga.

    “Harapannya mereka lebih bersinergi lagi artinya bukan hanya fokus didalam kegiatan mereka saja, tetapi fokus juga ke mahasiswa FKMnya,” Harapnya (Obg/Bdl).

  • in

    Mahasiswa Keluhkan Parkiran, ini Kata Rektor Uniska

    Lentera Uniska, Banjarmasin – Banyaknya mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al – Banjari (MAB), menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan lahan parkir yang tersedia. Bahkan tempat parkir tambahan di belakang gedung B kampus Uniska Banjarmasin masih kurang baik kapasitas maupun kelayakannya.

    Salah satu mahasiswa FTI yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, masih kurangnya fasilitas parkiran di belakang gedung B tersebut.

    “menurut saya masih kurang, terutama saat turun hujan tanahnya jadi becek dan licin, saat malam hari juga pencahayaannya masih kurang,” ujarnya.

    Ketersediaan dan kelayakan tempat parkir memang selalu muncul menjadi polemik di Uniska, selain disebabkan banyaknya kendaraan, tapi juga keadaan parkiran yang masih perlu dilakukan pembenahan.

    Rektor Uniska Abdul Malik mengungkapkan, bahwa tempat parkir tersebut cukup baik karena mampu menampung kendaraan mahasiswa, ketika di temui pada Senin (19/11).

    “Kita sudah optimalkan sehingga lahan parkir itu mampu menampung motor yang dibawa mahasiswa,” jelas beliau pada tim Lentera.

    Ia juga menambahkan, kalau sistem keamanan tempat parkir tersebut sudah cukup memadai.

    “Dari segi keamanan kita memberlakukan sistem lokalisir pintu masuk dan dilengkapi dengan CCTV di beberapa titik,” tambahnya.

    Ketua Yayasan Uniska Gusti Irhamni mengungkapkan, bahwa tempat parkir di belakang tersebut belum stabil hingga becek saat hujan turun.

    “Disana memang tanahnya belum stabil, jadi dikasih batu tenggelam lalu becek, untuk sementara rencananya cuma akan ditambah batu lagi untuk mengurangi becek,” tanggap beliau. (Khr/Obg)

  • in

    Malam Penutupan, STB Uniska Kolaborasi Dengan Rachman Sabur di Borneo Art Festival

    Lentera Uniska, Banjarmasin – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Titian Barantai (STB) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Aryad Al – Banjari (MAB) tampilkan dua buah Musikalisasi Puisi berjudul, Kali Martapura dan Pertanda, dalam acara Borneo Art Festival.

    Ketua Umum UKM STB Uniska Liko Anshori mengungkapkan, dalam acara yang berlangsung sejak 11 – 19 November 2018 di Kiram Park Banjarbaru, STB menampilkan dua Musikalisasi Puisi karya, Hyaz Yamani dan Burhanuddin Soebely.

    Tidak hanya itu kata Liko, di malam terakhir STB juga berkolaborasi dengan Sutradara asal Bandung Rachman Sabur dalam karya Tolak Bala.

    “Semoga acara seperti ini dapat diadakan setiap tahunnya karna hasil tidak akan mengkhianati prosesnya,” Katanya Minggu (18/11/2018).

    Selain UKM STB Uniska terdapat peserta yang berasal dari berbagai Provinsi di Indonesia, bahkan mancanegara turut berpartisipasi memeriahkan kegiatan yang diadakan dalam rangka, memperkenalkan kebudayaan Banjar secara menyeluruh ini, serta menjadi tempat berkumpulnya para seniman, dan ajang lomba seni.

    Anggota UKM STB Uniska Muhammad Lutfi Maulana berharap, melalui acara ini budaya kita dapat dikenal tak hanya di Kalimantan.

    “Mudah – mudahan dengan adanya acara ini kesenian dan kebudayaan di daerah kita bisa menjadi terkenal dan lebih berkembang lagi,” ucapnya.
    (Kki/Slt)

  • in

    LPM Lentera Diharapkan Jadi Media Kampus Berkualitas Di Usia ke-5

    Lentera Uniska, Banjarmasin – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lentera Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al – Banjari (MAB) mengadakan Pelantikan Dewan Pengurus periode 2018-2019 sekaligus Hari Lahirnya yang ke lima.
    Acara yang berlangsung ramai ini mengusung tema “Meneruskan Generasi Penuh Karya sebagai Bakti Keorganisasian” bertempat di gedung D lantai tiga kampus Uniska Banjarmasin, Jum’at sore (16/11).

    Pelantikan dan pembacaan kode etik Pers Mahasiswa kepada 11 orang Dewan Pengurus di pimpin langsung oleh Pembina UKM LPM Lentera Uniska Lieta Dwi Novianti.

    Dalam sambutannya Lieta mengungkapkan rasa bangganya kepada UKM yang bergerak di bidang media kampus ini dan berharap UKM LPM Lentera Uniska dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

    Wakil Rektor III yang diwakili oleh M Suprapto, berharap UKM LPM Lentera Uniska terus memberikan informasi yang terdepan untuk perkembangan kampus.

    “Minimnya informasi menjadi perhatian kita terutama Uniska Banjarbaru, Lentera tentunya menjadi media yang terdepan dalam menyampaikan informasi kemahasiswaan,” jelas Suprapto dalam sambutannya

    Pemimpin Umum UKM LPM Lentera Uniska periode 2018-2019 Akbar Gilang Rizali mengungkapkan, merasa bangga diberi kepercayaan sebaga Pemimpin. Ia berharap UKM LPM Lentera Uniska dapat lebih dikenal tidak hanya internal tetapi juga eksternal kampus.

    “Harapan saya LPM Lentera bisa lebih berkembang lagi, sukses dan bisa lebih dikenal lagi tidak hanya didalam kampus tapi diluar kampus juga,” harapnya.

    Walau sempat terkendala hujan, para tamu undangan baik ormawa Uniska maupun LPM yang ada di dalam dan luar Banjarmasin nampak antusias menghadiri pelantikan ini terlihat dari banyaknya undangan yang hadir dibandingkan dari tahun – tahun sebelumnya.

    Acara ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Pembina Lieta Dwi Novianti, Pemimpin Umum terdahulu Samsul Rizal Mahisa dan Pemimpin Umum baru Akbar Gilang Rizali sebagai simbolis perayaan Hari Lahir UKM LPM Lentera Uniska. (Tim)