• in

    HIPMI PT Rangkul Mahasiswa Untuk Berwirausaha

    Lentera Uniska – Banyak wirausaha muda khususnya mahasiswa yang memiliki sebuah usaha tidak memiliki tempat untuk berbagi serta mendapat pelatihan bagaimana seharusnya dalam berwirausaha, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) PT (Perguruan Tinggi) menjadi wadah yang dapat menampung wirausaha serta memberikan pelatihan tersebut.

    HIPMI PT adalah organisasi otonom di bawah naungan HIPMI yang bergerak dalam proses pengembangan dan permberdayaan kewirausahaan di lingkungan universitas, sebagaimana bentuk kaderisasi wirausaha muda yang bertujuan untuk menciptakan wirausaha baru dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bangsa.

    Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) pada Kamis (26/04) HIPMI PT menyelenggarakan di Gedung B lantai 3 acara tersebut memberikan sosialisasi sebagai perkenalan sekaligus mencoba merangkul mahasiswa untuk bergabung ke dalamnya.

    Prihatini Ade Mayvita SE,MM kepala UPT Kewirausahaan yang menjadi ketua pelaksana mengatakan Tujuan dari acara tersebut.
    “Menghimpun semua mahasiswa yang mempunyai usaha, supaya mereka bisa menjadi pengusaha yang handal dan siap terjun ke masyarakat atau dunia usaha. Sasarannya adalah mahasiswa yang sudah mempunyai usaha dan agar mahasiswa yang belum punya usaha akan membangkitkan semangat bagi mahasiswa yang belum mempunyai usaha untuk mau berwirauasaha,” ujarnya.

    Andry Azhar selaku sekretaris umum BPC (Badan Pengurus Cabang) HIPMI Banjarmasin yang menjadi pembicara pada sosialisasi tersebut berharap.
    “bahwa banyak teman adik-adik yang ikut bergabung di HIPMI PT, banyak yang mendaftar dan nantinya biar di Uniska dapat mendirikan secara struktur HIPMI PT,” ujarnya.

    Putri Maulidawati Ikhsan adalah mahasiswi FKM yang menjadi salah satu peserta berharap.
    “semoga mahasiswa dan mahasiswi yang hadir di sini maupun yang tidak bisa mendapatkan ilmu tentang pengusaha supaya bisa mendapatkan penghasilan dan memberikan pekerjaan untuk orang lain,” Harapnya.(WBA, CTT)

  • in

    TAMBAH JIWA RELAWAN MELALUI DIKLATPAN KE-VI UKM KSR

    UKM KSR (Korps Sukarela) unit Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin mengadakan kegiatan Diklat pemantapan (Diklatpan) ke-VI yang dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 19 s.d. 22 April 2018 bertempat di desa Belangian Kec. Aranio dengan mengangkat tema “Mewujudkan Relawan yang Memiliki Komitmen dengan Semangat Kedisiplinan dan Solidaritas Tinggi” yang diikuti 14 peserta anggota muda.

    Nurfi Al-Aziz selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa kegiatan tahunan ini ditujukan untuk melatih anggota muda yang berjiwa sukarelawan dan solidaritas yang tinggi.
    “tiap tahun biasanya memang diadakan disana, acara ini untuk melatih anggota muda dibidang kepalangmerahan dengan solidaritas yang tinggi,” ujarnya.

    Khusnah Fahriah salah satu peserta mengungkapkan dari kegiatan ini dapat menambah jiwa relawan dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
    “menambah jiwa relawan yang tangkas dan tangguh, jadi tahu sakit-sakit bersama, dan intinya banyak dapat pembelajaran disitu, kami juga lebih tahu tentang beretika dengan senior,” ungkapnya.

    Pada hari pertama kegiatan Diklatpan VI ini peserta membuat bipak atau kemah darurat dan bemalam di selter kembar, dihari kedua peserta mulai praktek survival semacam jebakan untuk menangkap ikan dan burung serta membuat sanitasi air dan kemudian bermalam di selter simpang tiga dan kembali ke selter kembar pada keesokan harinya untuk dikukuhkan dari anggota muda menjadi anggota penuh, serta dihari terakhir para anggota KSR melakukan penanaman pohon secara simbolis yang dibantu oleh warga sekitar.

    Komandan UKM KSR Muhammad Radiani berharap agar peserta yang telah dikukuhkan nantinya akan semakin aktif dalam berorganisasi.
    “semoga makin tambah aktif dalam pra kegiatan dan rapat-rapat sebelum kegiatan, semoga program kerja semakin banyak ditambah anggota semakin banyak dan makin jaya,” harapnya. (twd/rmn)

  • in

    Solution Focus Brief Counseling Pilihan Tepat untuk Konseling

    Lentera Uniska -Konseling merupakan hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara beberapa orang dalam menangani suatu malasalah. Ada berbagai macam model konseling dalam menyelesaikan masalah, salah satunya Konseling Singkat Berfokus Solusi atau Solution Focus Brief Counseling (SFBC) yang menjadi pilihan untuk menemukan solusi.

    Baru-baru ini program studi Bimbingan Konseling (BK) Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisversitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) mengadakan Workshop mengenai Konseling Singkat Berfokus Solusi dengan Pemateri Rudy Haryadi, M.Pd yang merupakan dosen Bimbingan dan Konseling Uniska sendiri, berempat di gedung A lantai 4 pada Sabtu (21/04)

    Husnur Rafiq M.Si kepala Biro Akademik yang menjadi ketua pelaksana workshop ini mengatakan tujuan acara ini sebagai salah satu kegiatan untuk menaikkan peringkat institusi.
    “Pertama kali FKIP mengadakan Workshop konseling karena tuntutan perkembangan dan banyak hal yang perlu dilengkapi kekurangan fakultas penyelenggara, namun secara bertahap fakultas sudah mendesain mana kegiatan yang diskala prioritaskan dalam rangka mensupport lembaga, menaikkan peringkat itu untuk motivasi,” jelasnya.

    Husnur berharap dalam hal ini dari program studi lain di FKIP juga turut berkontribus tidak hanya prodi BK dan Bahasa Inggris.
    “Harapan dengan adanya kegiatan bukan hanya di FKIP prodi bk yang diunggulkan atau bahasa inggris debatnya yang diunggulkan tetapi prodi lain diharapkan punya peran dan kontribusi terhadap peningkatan institusi,” harapnya.

    Rudy Haryadi M.Pd pemateri di workshop ini mengatakan bahwa SFBC adalah model konseling yang berfokus pada solusi bukan hanya permasalahan dalam mengatasi suatu masalah.
    “Bukan teknik tapi Model konseling “solution focus brief conseling” konseling sebelumnya mengeksplorasi masalah, tapi ini lebih banyak mengeksplorasi solusi. Jadi tidak perlu lagi masalah itu terjadi tapi lebih fokus apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut,” jelasnya saat ditemui tim.

    Dosen Bimbingan Konseling Uniska ini juga mengungkapkan tujuan dari workshop ini untuk meningkatkan kompetensi baik guru, alumni maupun mahasiswa dalam melakukan konseling.
    “Tujuannya meningkatkan kompentensi guru BK, alumni Uniska, mahasiswa karena ketika dilapangan mengatasi masalah masih banyak yang menggunakan model tertentu yang tidak efektif, mengadakan workshop untuk memberi bekal agar ketika melakukan konseling hasilnya menjadi lebih baik ketimbang konseling abal-abal lainnya,” ungkap Rudy.

    Rudy juga berharapannya agar konseling kedepan semakin lebih baik dengan model pendekatan SFBC ini.
    ” Harapannya konseling kedepannya untuk praktik di sekolahan, mahasiswa kita dan alumni kita jauh lebih baik, konseling tanpa menggunakan model sama seperti praktik tanpa teori jadi buta,” tuturnya.(Ting/Wba)

  • in

    Uniska Peringati Hari Kartini ke-139

    Lentera Uniska-21 April dikenal dengan hari Kartini yang mana merupakan hari lahir perempuan yang terkenal dengan bukunya yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu. Kali ini Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) Banjarmasin menggelar peringatan Hari Kartini ke-139 sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak para wanita indonesia, dengan mengusung tema “Perempuan cerdas menghadapi era globalisasi” dan diisi dengan berbagai macam lomba bertempat di gedung A lantai 3 sabtu, (21/4).

    Hj. Rahmi Hayati tajudi selaku ketua pembina yayasan menuturkan bahwa pada zaman dahulu wanita indonesia sangat susah untuk berekspresi karena terikat oleh adat istiadat.
    “Supaya kita meingat perjuang kartini itu berat, wanita zaman dulu tidak boleh berekspresi terfokus oleh adat istiadat dan tidak boleh keluar rumah” tuturnya.

    Dengan mengadakan lomba tata rias, diharapkan wanita Indonesia dapat mengekspresikan diri, terlihat lebih sehat dan percaya diri untuk tampil berperan di dalam keluarga serta masyarakat luas. Lomba ini diikuti oleh peserta yang sebelumya pernah dikirim oleh pihak kampus untuk meingikuti sebuah program pelatihan tata rias.
    “Ada lomba make up, sebelumnya mereka pernah pelatihan make up dan saya ingin tau kemampuan mereka setelah pelatihan tersebut,” Ucap Hj. Rahmi.

    Selain lomba tata rias, acara ini juga diisi dengan lomba baca sajak puisi perjuangan kartini, Hj. Rahmi mengatakan apresiasi para peserta yang mengikuti lomba pun cukup bagus dan sangat menghayati sajak-sajak indah yang dibacakan.
    “Mereka mendengarkan sajak kartini sampai menitikan air mata, itukan artinya mereka dapat merenungi perjuangan kartini, dapat mengingat dan merasakan tidak hanya membaca koran atau artikel tentang peringatan ini, tetapi harus meresapi makna dari hari kartini,” Ujarnya.

    Acara yang dipersiapkan selama 4 hari ini dihadiri oleh mahasiswi, staf dan dosen-dosen Uniska dan didukung oleh beberapa pihak Universitas seperti Yayasan, Rektor serta Fakultas.
    Salah satu peserta lomba Miftahul Jannah mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat dan juga Hj.Rahmi Hayati tajudi sama-sama berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan setiap tahunnya agar bisa bersaing dengan kampus lainnya.
    “Bagus, kalo hari kartini diadakan lagi dan acaranya dapat dikembangkan lagi. Kalau bisa perayaan-perayaan lain juga jadi kita bisa bersaing dengan kampus lain,” ucap Miftahul (ting/wba).

  • in

    Dakwah Da’i dan Da’iyah Uniska Akan Terjun ke Masyarakat

    Sarasehan dan Pelatihan Kader Dakwah Praktis Da’i dan Da’iyah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari yang bertemakan “Mengembangkan Kader Dakwah Da’i dan Da’iyah UNISKA MAB yang Bermutu dan Berdaya Saing Tinggi di Era disrupsi”. Bertempat di Mesjid H. Gt. Abdul Muis, pada senin (16/04).

    Dalam penyampaiannya, Jarkawi selaku pemateri mengatakan bahwa kajian dakwah tidak hanya berbasis di dalam kampus, melainkan bisa berdakwah diluar kampus serta terjun kemasyarakat.
    “Sekarang kita perkuat lah lembaga kajian ini outdoor dan indoor nantinya yang hanya di dalam kampus melakukan dakwah tetapi akan diluar kampus itu akan kita bentuk di suatu lembaga yang terjun kemasyarakat agar masyarakat kita cerdas secara lahir batin,” katanya.

    Jarkawi juga mengungkapkan akan mengembangkan perpustakaan mini di masyarakat sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi.
    “ada satu hari dua hari jadi ada satu desa yang kita lihat nanti potensinya apa SDM ya seperti apa sehingga bisa produktif lah masyarakat itu kerna ada 3 mungkin dakwahnya nanti ada bil hal, ada bil lisan, ada bil kitab mungkin saja nanti kita akan kembangkan perpustakaan mini di masyarakat itu sehingga berita itu benar-benar masyarakat itu menjadi cerdas gitu tidak mudah terprovokasi kalo berita masuk masyarakat cerdas mudah tertangkal kita,” tambahnya.

    Abdul Malik rektor Uniska menjelaskan Kegiatan pelatihan para da’i dan da’iyah ini akan terjun kemasyarakat, menurutnya, tentu saja melalui beberapa tahapan seperti skill yang sudah matang dalam berdakwah peningkatan level dan mendapatkan sertifikat dari rektorat setelah 3 sampai 4 kali pertemuan serta seleksi.
    “Cuma nanti materinya juga akan mempunyai level-level harapan kami nanti sampai 4 level atau apa na itu kan yang penting lulusan sudah 3- 4 kali pertemuan nanti dapat sertifikat dari rektorat bahwa dia siap di terjukan kemasyarakat dalam rangka mengembangkan da’i- da’iyah sangat berpotensi di Kalimantan selatan ini, “jelasnya.

    Dia juga mengungkapkan tujuan dari kegiatan memberikan bekal tentang dunia keislaman.
    “Ini ada 50 orang ini adalah angkatan pertama kami berharap ada angkatan kedua dan ketiga, jadi kita punya lembaga keislaman, di situ memang salah satu tujuannya memberikan bekal pada semua fasilitas keakedemikan tentang dunia keislaman secara menyeluruh,” ungkapnya.

    Adapun tujuan dan harapan dari rencana latihan da’i setiap sebelum zuhur akan ada Kuliah Ringkas (Kulkas) yang berdurasi 10 sampai 15 menit di mesjid H. Gt. Abdul Muis seperti yang dijelaskannya.
    “audiencenya umum nanti, makanya nanti mereka latihan di mesjid bukan dikelas kalau di kelaskan arahnya kemahasiswa kalau ini gabungan antara mahasiswa dengan dosen mahasiswa yang tertarik bisa mengikuti program ini, dosen yang tertarik bisa mengikuti program ini. Semoga banyak lahir da’i-da’i yang berpotensi serta intelektual dari Uniska” Jelasnya.

    Sbhr/tkng

  • in

    Forum Sineas Banua Kembali Ngofi yang ke-21

    Forum sineas Banua (FSB) bersama Komunitas Kaki Kota Banjarmasin dan Banjar Public Iniciative (BPI) menggelar penayangan film documenter berjudul “ASIMETRIS“ produksi Watchdoc dari Ekspedisi Indonesia Biru di acara Ngobrol Film (Ngofi) yang ke-21. Ngopi kali ini menghadirkan pemantik dari director eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan (Kalsel) yakni Kisworo Dwi Cahyono dan juga dari Duta Lingkungan Hidup Kalsel Muhammad Iqbal, serta dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, dosen, aktivis dan masyarakat umum, bertempat di sekre BPI Kayu Tangi-Banjarmasin pada Jum’at malam (13/4).
    Dari pemutaran film ini banyak yang dapat kita ketetahui mengenai permasalahan lahan sawit yang ada di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan .
    Dina Krisliani mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) yang menghadiri acara tersebut mengatakan banyak pembelajaran yang didapat dari film Asimetris.
    “dari menonton dan menyimak film ini, kita bisa memahami bahwa lahan hijau kita di Kalsel semakin hari mau dirampas oleh perusahaan yang terkadang tidak memikirkan bagaimana dampaknya kedepan bagi masyarakat,“ tutur Dina.

    Ade panitia pelaksana dari Forum Sineas Banua Banjarmasin merasa senang dengan antusias penonton yang hadir dan berdikusi hingga tengah malam di acara Ngofi ini.
    “ini salah satu versi film yang terbaru dari Asimetris. Bukan pada jumlah penonton tapi seberapa banyak ragam penonton latar belakang, aktivis, mahasiswa, dosen, wartawan,” ucap Ade

    Ia juga berharap kegiatan Ngofi ini akan terus terselenggara tiap bulannya.
    “Harapan masih punya ragam tema yang mau diprogramkan di FSB dan tetap konsisten dengan 1 bulan 1 kali Ngofi. Dan rencana bulan depan akan menghadirkn film-film banua judul program pesta film Banua,” ujar Ade. (gbl)