• in

    Gusti Irhamni : Uniska Siap Saingi ULM dengan Pembangunan Kampus Baru

  • in

    Galon Rafting Sebagai Sarana Pengenalan Kota Banjarmasin

    LENTERA UNISKA – Acara Galon Rafting Competition yang ke 6 Tingkat Nasional 2018 Gubernur Kalsel Cup yang diadakan oleh UKM Mapala Uniska yang berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 28-29 April 2018 bertempat di Siring Tendean, Sungai Martapura, Banjarmasin. Diikuti oleh 33 tim, lomba tidak hanya dari Banjarmasin saja namun juga diikuti peserta dari Palangkaraya dan Jawa Timur yang menjadi peserta terjauh, acara yang berlangsung dengan meriah ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan sesama anggota pecinta alam sekaligus alumninya.

    Ahmad Said Syahdi ketua pelaksana mengatakan acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan Kota Banjarmasin.
    ”Tujuannya kami mengadakan lomba ini juga sekaligus memperkenalkan Kota Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai,” jelasnya.

    Syaid Wahid ketua umum UKM Mapala Uniska mengatakan acara sudah berjalan sangat lancar, konsep perlu dikembangkan lagi, dan lebih bisa memanagemen kegiatannya.
    “Alhamdulillah acaranya berjalan sesuai keinginan hampir tidak ada kendala jadi sangat bersyukur sekali, mungkin yang perlu dikembangkan kedepannya konsep kegiatan lebih meriah lagi terus bagaimana kita memanagemen semua itu dengan efektif & efisien,” katanya.

    Muhammad Riza salah satu anggota tim yang mendapat juara 1 dari Mapala Fisipioner ULM mengatakan sangat gembira dan sangat bersyukur sudah meraih juara, ia berharap kedepannya UKM Mapala Uniska bisa mengadakan acara selanjutnya.
    “Terutama perasaan sangat gembira terutama kami keluarga besar Mapala Fisipioner sangat bersyukur sudah meraih juara 1, 2, dan 3 semuanya dari Mapala Fisipioner, untuk harapan kedepannya mapala uniska bisa mengadakan lagi Galon Rafting yang ke selanjutnya lebih meriah lagi,” harapnya. (Ant/Ngu).

  • in

    Perdana Diadakan, Debat Bahasa Indonesia Berlangsung Memanas

  • in

    HIPMI PT Rangkul Mahasiswa Untuk Berwirausaha

    Lentera Uniska – Banyak wirausaha muda khususnya mahasiswa yang memiliki sebuah usaha tidak memiliki tempat untuk berbagi serta mendapat pelatihan bagaimana seharusnya dalam berwirausaha, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) PT (Perguruan Tinggi) menjadi wadah yang dapat menampung wirausaha serta memberikan pelatihan tersebut.

    HIPMI PT adalah organisasi otonom di bawah naungan HIPMI yang bergerak dalam proses pengembangan dan permberdayaan kewirausahaan di lingkungan universitas, sebagaimana bentuk kaderisasi wirausaha muda yang bertujuan untuk menciptakan wirausaha baru dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bangsa.

    Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) pada Kamis (26/04) HIPMI PT menyelenggarakan di Gedung B lantai 3 acara tersebut memberikan sosialisasi sebagai perkenalan sekaligus mencoba merangkul mahasiswa untuk bergabung ke dalamnya.

    Prihatini Ade Mayvita SE,MM kepala UPT Kewirausahaan yang menjadi ketua pelaksana mengatakan Tujuan dari acara tersebut.
    “Menghimpun semua mahasiswa yang mempunyai usaha, supaya mereka bisa menjadi pengusaha yang handal dan siap terjun ke masyarakat atau dunia usaha. Sasarannya adalah mahasiswa yang sudah mempunyai usaha dan agar mahasiswa yang belum punya usaha akan membangkitkan semangat bagi mahasiswa yang belum mempunyai usaha untuk mau berwirauasaha,” ujarnya.

    Andry Azhar selaku sekretaris umum BPC (Badan Pengurus Cabang) HIPMI Banjarmasin yang menjadi pembicara pada sosialisasi tersebut berharap.
    “bahwa banyak teman adik-adik yang ikut bergabung di HIPMI PT, banyak yang mendaftar dan nantinya biar di Uniska dapat mendirikan secara struktur HIPMI PT,” ujarnya.

    Putri Maulidawati Ikhsan adalah mahasiswi FKM yang menjadi salah satu peserta berharap.
    “semoga mahasiswa dan mahasiswi yang hadir di sini maupun yang tidak bisa mendapatkan ilmu tentang pengusaha supaya bisa mendapatkan penghasilan dan memberikan pekerjaan untuk orang lain,” Harapnya.(WBA, CTT)

  • in

    TAMBAH JIWA RELAWAN MELALUI DIKLATPAN KE-VI UKM KSR

    UKM KSR (Korps Sukarela) unit Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin mengadakan kegiatan Diklat pemantapan (Diklatpan) ke-VI yang dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 19 s.d. 22 April 2018 bertempat di desa Belangian Kec. Aranio dengan mengangkat tema “Mewujudkan Relawan yang Memiliki Komitmen dengan Semangat Kedisiplinan dan Solidaritas Tinggi” yang diikuti 14 peserta anggota muda.

    Nurfi Al-Aziz selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa kegiatan tahunan ini ditujukan untuk melatih anggota muda yang berjiwa sukarelawan dan solidaritas yang tinggi.
    “tiap tahun biasanya memang diadakan disana, acara ini untuk melatih anggota muda dibidang kepalangmerahan dengan solidaritas yang tinggi,” ujarnya.

    Khusnah Fahriah salah satu peserta mengungkapkan dari kegiatan ini dapat menambah jiwa relawan dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
    “menambah jiwa relawan yang tangkas dan tangguh, jadi tahu sakit-sakit bersama, dan intinya banyak dapat pembelajaran disitu, kami juga lebih tahu tentang beretika dengan senior,” ungkapnya.

    Pada hari pertama kegiatan Diklatpan VI ini peserta membuat bipak atau kemah darurat dan bemalam di selter kembar, dihari kedua peserta mulai praktek survival semacam jebakan untuk menangkap ikan dan burung serta membuat sanitasi air dan kemudian bermalam di selter simpang tiga dan kembali ke selter kembar pada keesokan harinya untuk dikukuhkan dari anggota muda menjadi anggota penuh, serta dihari terakhir para anggota KSR melakukan penanaman pohon secara simbolis yang dibantu oleh warga sekitar.

    Komandan UKM KSR Muhammad Radiani berharap agar peserta yang telah dikukuhkan nantinya akan semakin aktif dalam berorganisasi.
    “semoga makin tambah aktif dalam pra kegiatan dan rapat-rapat sebelum kegiatan, semoga program kerja semakin banyak ditambah anggota semakin banyak dan makin jaya,” harapnya. (twd/rmn)

  • in

    Solution Focus Brief Counseling Pilihan Tepat untuk Konseling

    Lentera Uniska -Konseling merupakan hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara beberapa orang dalam menangani suatu malasalah. Ada berbagai macam model konseling dalam menyelesaikan masalah, salah satunya Konseling Singkat Berfokus Solusi atau Solution Focus Brief Counseling (SFBC) yang menjadi pilihan untuk menemukan solusi.

    Baru-baru ini program studi Bimbingan Konseling (BK) Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisversitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) mengadakan Workshop mengenai Konseling Singkat Berfokus Solusi dengan Pemateri Rudy Haryadi, M.Pd yang merupakan dosen Bimbingan dan Konseling Uniska sendiri, berempat di gedung A lantai 4 pada Sabtu (21/04)

    Husnur Rafiq M.Si kepala Biro Akademik yang menjadi ketua pelaksana workshop ini mengatakan tujuan acara ini sebagai salah satu kegiatan untuk menaikkan peringkat institusi.
    “Pertama kali FKIP mengadakan Workshop konseling karena tuntutan perkembangan dan banyak hal yang perlu dilengkapi kekurangan fakultas penyelenggara, namun secara bertahap fakultas sudah mendesain mana kegiatan yang diskala prioritaskan dalam rangka mensupport lembaga, menaikkan peringkat itu untuk motivasi,” jelasnya.

    Husnur berharap dalam hal ini dari program studi lain di FKIP juga turut berkontribus tidak hanya prodi BK dan Bahasa Inggris.
    “Harapan dengan adanya kegiatan bukan hanya di FKIP prodi bk yang diunggulkan atau bahasa inggris debatnya yang diunggulkan tetapi prodi lain diharapkan punya peran dan kontribusi terhadap peningkatan institusi,” harapnya.

    Rudy Haryadi M.Pd pemateri di workshop ini mengatakan bahwa SFBC adalah model konseling yang berfokus pada solusi bukan hanya permasalahan dalam mengatasi suatu masalah.
    “Bukan teknik tapi Model konseling “solution focus brief conseling” konseling sebelumnya mengeksplorasi masalah, tapi ini lebih banyak mengeksplorasi solusi. Jadi tidak perlu lagi masalah itu terjadi tapi lebih fokus apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut,” jelasnya saat ditemui tim.

    Dosen Bimbingan Konseling Uniska ini juga mengungkapkan tujuan dari workshop ini untuk meningkatkan kompetensi baik guru, alumni maupun mahasiswa dalam melakukan konseling.
    “Tujuannya meningkatkan kompentensi guru BK, alumni Uniska, mahasiswa karena ketika dilapangan mengatasi masalah masih banyak yang menggunakan model tertentu yang tidak efektif, mengadakan workshop untuk memberi bekal agar ketika melakukan konseling hasilnya menjadi lebih baik ketimbang konseling abal-abal lainnya,” ungkap Rudy.

    Rudy juga berharapannya agar konseling kedepan semakin lebih baik dengan model pendekatan SFBC ini.
    ” Harapannya konseling kedepannya untuk praktik di sekolahan, mahasiswa kita dan alumni kita jauh lebih baik, konseling tanpa menggunakan model sama seperti praktik tanpa teori jadi buta,” tuturnya.(Ting/Wba)