• in

    Lentera Uniska-Ganang menuturkan, karena ini menyangkut kegiatan dan progress BEM Uniska selama menjabat satu tahun periode ini tentunya diharapkan jangan ada lagi muncul isu menjabat selama dua periode.

    “Seperti ditahun sebelumnya pernah terjadi keributan yang serupa,” tuturnya.

    Ketua Kerukunan Mahasiswa Balangan (KMB) Kota Banjarmasin ini mengatakan, setidaknya dari BEM Fakultas yang mengajukan hal ini bisa bergabung mengajak UKM untuk memberikan sosialisasi yang memang menimbulkan orang untuk ikut dalam memperjuangkan hal ini.

    “Biar BEM Uniska bisa bergerak cepat menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai masalah ini menjadi masalah rutin yang setiap tahunnya terus terjadi di Uniska,” ucapnya.

    Ganang berharap dengan adanya generasi penerusnya ini bisa belajar menyelesaikan permasalahan ini agar lebih baik dari sebelumnya.

    “Kita malu juga, karena dulunya kita pernah menyelesaikan permasalahan ini dengan berbagai macam cara biar cepat selesai dan kenapa sekarang masih ada lagi,” ucapnya.

    Bagi Ganang, BEM Uniska tentunya harus membuka diri, jangan sampai menutup diri dan mengabaikan aspirasi dari BEM Fakultas yang notabenenya diluar dari BEM Uniska.

    Ganang menuturkan, karena ini menyangkut kegiatan dan progress BEM Uniska selama menjabat satu tahun periode ini tentunya diharapkan jangan ada lagi muncul isu menjabat selama dua periode.

    “Seperti ditahun sebelumnya pernah terjadi keributan yang serupa,” tuturnya.

    Ketua Kerukunan Mahasiswa Balangan (KMB) Kota Banjarmasin ini mengatakan, setidaknya dari BEM Fakultas yang mengajukan hal ini bisa bergabung mengajak UKM untuk memberikan sosialisasi yang memang menimbulkan orang untuk ikut dalam memperjuangkan hal ini.

    “Biar BEM Uniska bisa bergerak cepat menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai masalah ini menjadi masalah rutin yang setiap tahunnya terus terjadi di Uniska,” ucapnya.

    Ganang berharap dengan adanya generasi penerusnya ini bisa belajar menyelesaikan permasalahan ini agar lebih baik dari sebelumnya.

    “Kita malu juga, karena dulunya kita pernah menyelesaikan permasalahan ini dengan berbagai macam cara biar cepat selesai dan kenapa sekarang masih ada lagi,” ucapnya.

    Bagi Ganang, BEM Uniska tentunya harus membuka diri, jangan sampai menutup diri dan mengabaikan aspirasi dari BEM Fakultas yang notabenenya diluar dari BEM Uniska.

    Ia mengakui, bahwa diantara internal BEM Uniska cukup sulit membagi menyelenggarakan kegiatan didalam kampus, misalnya LKMM dan pembentukan KPU BEM Uniska.

    “Kadang-kadang mereka sulit membagi kegiatan itu antara kegiatan luar, semisalnya ketika kawan-kawan BEM Uniska menyuarakan suara masyarakat dengan adanya demo ataupun birokrasi pemerintahan. Kemungkinan, hal itulah yang membuat pengurus BEM Uniska ini menjadi tidak fokus membagi dimana tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” katanya.

    Sementara itu, Presiden Mahasiswa Uniska, Khairul Muchyar saat dikonfirmasi melalui gawainya tidak ingin berkomentar dan mengundang LPM Lentera untuk datang pada Senin (16/7/2018) di Ruang Pasca Sarjana Uniska. “Senin saja untuk konfirmasinya, kalau ingin lebih jelas,” ucapnya.

  • in

    Acara Jalan Sehat Uniska Bagikan 2 Buah Sepeda Motor

  • in

    Tak Hanya Mahasiswa, Dosen Juga Meriahkan HUT Uniska

    Lentera Uniska- Dalam rangka memperingati hari jadi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al – Banjari (MAB) ke-37 tepat pada hari ini pihak yayasan beserta staff karyawan mengadakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT Uniska, diantaranya lomba memasak dan lomba hijab antar fakultas oleh mahasiswa dan dosen bertempat dihalaman Uniska Banjarmasin, Sabtu (07/07).

    Selain itu masih ada rangkaian kegiatan jalan sehat yang menjadi puncak dari acara HUT Uniska ke-37 pada minggu 8 juli pukul 07.00 WITA di Kampus Uniska Banjarmasin dengan doorprize utama satu unit sepeda motor.

    Menurut Rahmi Tajudin Noor ketua Pembina Yayasan sekaligus ketua pelaksana dari acara HUT Uniska mengatakan lomba memasak dan lomba hijab ini merupakan rangkaian HUT Uniska yang mana dalam lomba ini segenap Pengurus Yayasan, Rektorat dan Staff turut ambil bagian untuk memeriahkan acara ini.
    “Jadi kami segenap jajaran Uniska ingin sama-sama ikut merasakan kemeriahan Hut Uniska,” Tuturnya.

    Dari lomba memasak ini ada dua menu yang dilombakan, mie bancir untuk mahasiswa dan nasi goreng untuk dosen serta melibatkan ahli gizi sebagai tim penilai.

    Tajudin Noor juga menjelaskan ada beberapa penilaian dalam menentukan pemenang lomba masak maupun hijab yang diikuti sekitar 50 orang peserta ini.
    “Pada Lomba hijab yang dinilai ada keserasian, catwalk cara berjalan, makeup dan face to face, peserta yang mengikutinya ada 10 orang, kalau peserta yang mengikuti lomba masak 40 orang,” jelasnya

    Dalam lomba memasak setiap kelompok diberikan modal Rp.100.000 dari pihak penyelenggara untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan.

    M. Risman yang menjadi ketua kelompok lomba masak dari fakultas teknik yang seluruh anggotanya laki-laki mengatakan cukup minder namun bisa dijadikan ajang untuk belajar memasak.
    “Agak minder cuma coba-coba aja, harapannya sama uniska maju terus dan diadakan lagi, acaranya bagus jadi kita bisa lebih belajar memasak,” ungkap Risman mahasiswa semester 4.

    Pemenang lomba memasak dan lomba hijab ini pun akan diumumkan esok hari bersamaan dengan pembagian hadiah undian jalan sehat. (wba/ting)

  • in ,

    Seleksi Gelombang Pertama Uniska, Diikuti 2.150 Calon Mahasiswa Baru

  • in

    Sempat Bersitegang Antara BEM Universitas dan HIMEM Banjarbaru Saat Acara Bukber Bakula

  • in

    Bakti Sosial Dibulan Ramadhan

    Lentera Uniska-KSR (Korp Suka Relawan) Uniska Bukan hanya sekedar organisasi yang bergelut di bidang kesehatan serta berkegiatan didalam kampus, Namun organisasi ini menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.

    Kegiatan Bakti Sosial yang dilakukan Anggota KSR pada bulan Ramadhan, tentunya bukan perkara yang mudah ini sangat menguras tenaga.

    “Kegiatan baksos sebenarnya ini merupakan agenda tahunan, namun baru kali ini, kami melakukan pada saat bulan ramadhan, menguras tenaga iya tapi tidak menyurtkan semangat kami” Jelas Muhammad Samidi Ketua pelaksana kegiatan.

    Bentuk kegiatan bakti sosial yang dilalsanakan di Desa Anjir Serapat Tengah Kec. Kapuas Timur Kabupaten Kapuas, kamis 31 Mei sampai Minggu 3 Juni diantaranya melakukan penyuluhan tentang bahaya rokok, melakukan pengecatan sekolah, pesantren ramadhan serta buka puasa bersama warga.

    Muhammad Radiani Komandan KSR Uniska Menuturkan anggaran yang dihabiskan dalam kegiatan Bakti Sosial ini sebanyak Rp 4.300.000 semua anggaran ini diperoleh dari sumbangan mahasiswa yang ada dikampus Uniska serta dana kas organisasi KSR.

    “Dana yang digunakan dalam kegiatan ini selain dari dana kas organisasi kami juga mendapatkan sumbangan dari mahasiswa Uniska serta para dosen” tuturnya.

    Ia juga menyatakan terimakasih atas bantuan serta dukungan dari semua pihak kampus yang telah mendukung agenda tahunan KSR.

    Kegiatan ini disambut hangat oleh warga setempat, terlihat dari antusiasme warga pada saat acara buka puasa bersama warga juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahunnya.

    “Kami sangat senang dengan adanya kegiatan pesantren ramadhan yang seperti ini apa lagi mengajarkan agama pada anak-anak, mengajarka azan dan mengaji tentu ini akan membawa dampak positif, Semoga tahun depan ada lagi kegiatan seperti ini di kampung kami” Harap Lukman ketua Rt. (TIM)