in

Solution Focus Brief Counseling Pilihan Tepat untuk Konseling

Lentera Uniska -Konseling merupakan hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara beberapa orang dalam menangani suatu malasalah. Ada berbagai macam model konseling dalam menyelesaikan masalah, salah satunya Konseling Singkat Berfokus Solusi atau Solution Focus Brief Counseling (SFBC) yang menjadi pilihan untuk menemukan solusi.

Baru-baru ini program studi Bimbingan Konseling (BK) Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisversitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) mengadakan Workshop mengenai Konseling Singkat Berfokus Solusi dengan Pemateri Rudy Haryadi, M.Pd yang merupakan dosen Bimbingan dan Konseling Uniska sendiri, berempat di gedung A lantai 4 pada Sabtu (21/04)

Husnur Rafiq M.Si kepala Biro Akademik yang menjadi ketua pelaksana workshop ini mengatakan tujuan acara ini sebagai salah satu kegiatan untuk menaikkan peringkat institusi.
“Pertama kali FKIP mengadakan Workshop konseling karena tuntutan perkembangan dan banyak hal yang perlu dilengkapi kekurangan fakultas penyelenggara, namun secara bertahap fakultas sudah mendesain mana kegiatan yang diskala prioritaskan dalam rangka mensupport lembaga, menaikkan peringkat itu untuk motivasi,” jelasnya.

Husnur berharap dalam hal ini dari program studi lain di FKIP juga turut berkontribus tidak hanya prodi BK dan Bahasa Inggris.
“Harapan dengan adanya kegiatan bukan hanya di FKIP prodi bk yang diunggulkan atau bahasa inggris debatnya yang diunggulkan tetapi prodi lain diharapkan punya peran dan kontribusi terhadap peningkatan institusi,” harapnya.

Rudy Haryadi M.Pd pemateri di workshop ini mengatakan bahwa SFBC adalah model konseling yang berfokus pada solusi bukan hanya permasalahan dalam mengatasi suatu masalah.
“Bukan teknik tapi Model konseling “solution focus brief conseling” konseling sebelumnya mengeksplorasi masalah, tapi ini lebih banyak mengeksplorasi solusi. Jadi tidak perlu lagi masalah itu terjadi tapi lebih fokus apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut,” jelasnya saat ditemui tim.

Dosen Bimbingan Konseling Uniska ini juga mengungkapkan tujuan dari workshop ini untuk meningkatkan kompetensi baik guru, alumni maupun mahasiswa dalam melakukan konseling.
“Tujuannya meningkatkan kompentensi guru BK, alumni Uniska, mahasiswa karena ketika dilapangan mengatasi masalah masih banyak yang menggunakan model tertentu yang tidak efektif, mengadakan workshop untuk memberi bekal agar ketika melakukan konseling hasilnya menjadi lebih baik ketimbang konseling abal-abal lainnya,” ungkap Rudy.

Rudy juga berharapannya agar konseling kedepan semakin lebih baik dengan model pendekatan SFBC ini.
” Harapannya konseling kedepannya untuk praktik di sekolahan, mahasiswa kita dan alumni kita jauh lebih baik, konseling tanpa menggunakan model sama seperti praktik tanpa teori jadi buta,” tuturnya.(Ting/Wba)

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uniska Peringati Hari Kartini ke-139

TAMBAH JIWA RELAWAN MELALUI DIKLATPAN KE-VI UKM KSR